Laporan terkini Visa menyoroti lima tren utama pembayaran dan travel untuk Indonesia di tahun 2026
12/29/2025
• Meningkatnya kepercayaan diri dalam melakukan travelling, tuntutan yang semakin besar untuk pembayaran digital, dan tumbuhnya minat akan pengalaman liburan yang premium akan menjadi faktor penentu bagaimana orang Indonesia berbelanja di dalam maupun luar negeri, memasuki tahun baru nanti.
Visa, pemimpin global dalam pembayaran digital, hari ini meluncurkan outlook atau pandangan terkait lima tren utama yang akan menentukan bagaimana orang Indonesia melakukan pembayaran dan bepergian di tahun 2026. Dengan semakin banyaknya orang Indonesia melakukan perjalanan ke destinasi regional hingga tujuan wisata yang lebih jauh lagi, pembayaran digital tetap memainkan peran penting dalam membantu konsumen bertransaksi dengan aman dan nyaman, baik di dalam maupun luar negeri.
Berikut adalah hasil temuan dan wawasan yang terangkum dalam Laporan Green Shoots Radar1 terbaru dari Visa:
1. Dompet digital meroket: Orang Indonesia beralih sepenuhnya ke pembayaran digital
Dompet digital kini menjadi metode pembayaran utama di Indonesia. Rata-rata, setiap orang menggunakan tiga aplikasi dompet berbeda. Ini menunjukkan pergeseran kuat ke pembayaran digital untuk transaksi sehari-hari, karena konsumen menginginkan pembayaran yang praktis dan tanpa kontak.
2. Social commerce mendominasi: belanja terjadi di aplikasi dan media sosial
Belanja online sudah menjadi sebuah kebiasaan, dan Indonesia memimpin Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis mobile. Sebanyak 86% konsumen menggunakan aplikasi belanja, dan hampir setengahnya bertransaksi langsung melalui platform media sosial.
3. Gen Z memicu era finansial baru: wirausaha dan serba digital
Gen Z menetapkan prioritas finansial baru, dengan lebih dari separuh responden berencana memulai bisnis atau usaha sampingan. Mereka juga mengadopsi pembayaran digital seperti dompet digital dan QR code, serta mengharapkan solusi pembayaran yang diterima secara global saat bepergian.
4. Media sosial mengatur agenda finansial: keputusan uang dipengaruhi komunitas digital
Keputusan finansial semakin dipengaruhi oleh komunitas online dan influencer. Media sosial kini menjadi sumber utama saran keuangan, melampaui konsultan tradisional, dan memengaruhi cara orang Indonesia memilih metode pembayaran dan pengalaman perjalanan.
5. Permintaan pengalaman perjalanan premium dan ekspektasi pembayaran meningkat
Wisatawan Indonesia semakin menginginkan “satu kartu untuk seluruh dunia”, solusi pembayaran yang aman dan praktis di bandara, transportasi umum, restoran, belanja, dan tempat wisata. Kartu kredit tetap menjadi pilihan utama karena penerimaan luas dan seringkali digunakan untuk melaukan transaksi besar seperti akomodasi dan tiket pesawat. Sementara uang tunai dan kartu debit masih disukai untuk transaksi kecil seperti transportasi lokal, belanja di supermarket, dan hiburan. Permintaan terhadap kartu multi-mata uang (multi-currency card) semakin meningkat, dengan sekitar 30% pelancong Indonesia menggunakannya pada perjalanan luar negeri terakhir mereka. Kartu ini menawarkan transaksi yang aman, keuntungan perjalanan, dan biaya pertukaran mata uang yang lebih rendah, menjadikannya pilihan favorit untuk kenyamanan dan pengalaman premium. Destinasi populer seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia menegaskan kebutuhan akan pilihan pembayaran yang diterima secara global untuk meningkatkan pengalaman perjalanan.
“Orang Indonesia kini bepergian dengan lebih percaya diri, dan mereka mengharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan yang sama di luar negeri seperti yang mereka rasakan di dalam negeri. Visa berkomitmen mendukung permintaan yang terus tumbuh ini dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ekosistem pembayaran digital di Indonesia. Upaya kami sejalan dengan visi pemerintah untuk digitalisasi, memastikan konsumen dan pelaku usaha dapat menikmati solusi pembayaran yang aman, praktis, dan diterima secara global—membuat setiap perjalanan lebih mudah dan lebih menyenangkan,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.

___________________________________________
1 Visa’s Green Shoots Radar adalah survei online yang dilakukan tiga kali setahun di 14 pasar Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Pada edisi terbaru, survei ini melibatkan 1.500 responden Indonesia yang mewakili populasi nasional, berusia 18 hingga 65 tahun, dengan pendapatan rumah tangga minimum Rp3.000.000.
Tentang Visa
Visa (NYSE: V) adalah pemimpin dunia dalam pembayaran digital,yang memfasilitasi transaksi antara konsumen, pedagang, lembaga keuangan, dan entitas pemerintah di lebih dari 200 negara dan wilayah.Misi kami adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, nyaman, andal, dan aman, sehingga memungkinkan individu, bisnis, dan ekonomi berkembang. Kami percaya bahwa ekonomi yang mencakup semua orang di mana pun, akan mengangkat semua orang di mana pun, dan melihat akses sebagai dasar bagi pergerakan uang di masa depan.