Visa Menegaskan Komitmen terhadap Pembayaran Digital yang Aman untuk Mendukung Ekonomi Digital Indonesia

02/03/2026

  • Visa’s Industry Risk & Digital Forum mempertemukan para pemimpin di sektor jasa keuangan Indonesia untuk berbagi pengalaman terbaik dan memperkuat upaya kolektif dalam mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang seamless dan aman.


Visa (NYSE: V)
, pemimpin global dalam pembayaran digital, mendukung percepatan transformasi digital Indonesia dengan menghadirkan wawasan global dan praktik terbaik kepada para mitra di Indonesia. Salah satu upaya untuk memperkuat kolaborasi lintas industri, Visa menyelenggarakan Industry Risk & Digital Forum yang mempertemukan pegiat dari perbankan, fintech, penyedia layanan pembayaran, serta regulator. Forum ini menjadi platform strategis bagi komunitas jasa keuangan Indonesia untuk bertukar wawasan dan meningkatkan kesiapan kolektif seiring meluasnya penggunaan pembayaran digital melalui kartu, dompet digital, QR, hingga jaringan real‑time A2A.

Ekonomi digital Indonesia kini memasuki era baru yang lebih luas dan lebih matang. Dengan QRIS yang telah menjangkau puluhan juta merchant, BI-FAST yang memungkinkan transfer real-time berbiaya rendah, serta dompet digital yang semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, Indonesia bergerak cepat menuju standar kota digital kelas dunia.

Seiring dengan percepatan momentum ini, memastikan pembayaran digital yang terpercaya, aman, dan saling terhubung menjadi semakin penting, baik untuk melindungi konsumen, memberdayakan UMKM, maupun menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebutuhan ini menjadi semakin jelas ketika melihat bagaimana pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia terus meningkat secara signifikan. Transaksi melalui kartu, dompet digital, QRIS, mobile banking, dan internet banking tumbuh 26% YoY, mencapai Rp 7.000 triliun1. Momentum yang lebih kuat terlihat pada pembayaran real-time A2A, yang melonjak 37% YoY menjadi Rp 12.000 triliun2. Namun, ekspansi pesat ini juga menghadirkan tantangan baru. Berdasarkan data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) – OJK, lebih dari 400.000 laporan penipuan online tercatat sepanjang tahun lalu, dengan total kerugian mencapai Rp 9,1 triliun3. Tren ini menegaskan pentingnya keamanan yang tepercaya serta kolaborasi lintas industri seiring meluasnya adopsi pembayaran digital di seluruh Indonesia.

Wawasan global yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa kejahatan siber berevolusi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jaringan kriminal kini beroperasi menggunakan infrastruktur sistematis berskala industri termasuk botnet, skrip otomatis, dan alat berbasis AI, untuk melancarkan berbagai serangan secara simultan. Penyebutan istilah “AI Agent” meningkat 477%, menandai pesatnya pertumbuhan taktik rekayasa sosial berbasis AI, ekstraksi data otomatis, dan kapabilitas serangan lainnya4. “Visa berkomitmen memastikan kemajuan digital Indonesia dibangun di atas fondasi kepercayaan. Dengan membawa wawasan global dan kapabilitas keamanan canggih kepada para mitra lokal, kami membantu menghadirkan pengalaman yang lebih aman dan lebih seamless bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu pasar pembayaran digital paling dinamis di Asia Pasifik. Dengan inovasi yang berkembang begitu cepat di seluruh ekosistem, kita harus tetap selangkah lebih maju dari ancaman yang semakin canggih, termasuk yang didorong oleh AI. Ketika inovasi berjalan beriringan dengan keamanan yang kuat dan kolaborasi, ekonomi digital dapat tumbuh dengan kepercayaan yang berkelanjutan.” Abdul Rahim, Head of Risk, Regional Southeast Asia, Visa, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pasar.

“Keamanan adalah fondasi utama pembayaran digital. Seiring pertumbuhan QRIS, dompet digital, dan pembayaran real‑time, masyarakat Indonesia perlu merasa yakin bahwa setiap transaksi terlindungi. Dengan menggabungkan intelijen global dan kemitraan lokal, kami membantu issuer, acquirer, dan fintech mendeteksi ancaman lebih awal dan mencegah penipuan sebelum berdampak pada konsumen dan pelaku usaha.” tambah Nitia, Head of Risk, Visa Indonesia.

Kapabilitas global Visa mulai dari deteksi risiko berbasis AI, tokenisasi, autentikasi modern, hingga alat‑alat scam disruption mendukung para mitra di Indonesia untuk menghentikan penipuan sebelum meluas. Salah satu contohnya adalah program Visa Scam Disruption, yang memanfaatkan intelijen global untuk mengidentifikasi dan membongkar jaringan penipuan sebelum mencapai skala besar5. Selaras dengan Indonesia Payment System Blueprint 2025, Visa menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk membantu Indonesia membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, interoperabel, dan siap menghadapi masa depan.

 

Foto 1: Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia Memberikan Sambutan Dalam Acara Industry Risk and Digital Forum

 

Foto 2: Panel Discussion Industry Risk and Digital Forum (ki-ka) Nitia, Head of Risk, Visa Indonesia; Upik Leawaty, Group Head, Data Protection & Fraud Risk, Bank Mandiri; Dessy Masri, Head of Product and Solutions, Visa Indonesia; dan Reet Chowdhuri, Partner/Principal, Strategy & Transaction, EY.


______________________________________________________

1 Consolidated data set from Bank Indonesia SPIP and BI.
2 Consolidated data set from Bank Indonesia SPIP and BI.
3 OJK – IASC Report, covering the period Nov 2024 – Jan 2026.
4 Visa Biannual Threats Report, “Five Forces Reshaping Payment Security in 2025”, Fall 2025 edition. https://corporate.visa.com/content/dam/VCOM/corporate/visa-perspectives/security-and-trust/documents/biannual-fall-2025-public-final.pdf
5 Visa Biannual Threats Report, “Five Forces Reshaping Payment Security in 2025”, Fall 2025 edition. https://corporate.visa.com/content/dam/VCOM/corporate/visa-perspectives/security-and-trust/documents/biannual-fall-2025-public-final.pdf

 

Tentang Visa

Visa (NYSE: V) merupakan pemimpin global dalam pembayaran digital yang memfasilitasi transaksi antara konsumen, pedagang, institusi keuangan, dan entitas pemerintah di lebih dari 200 negara dan wilayah. Misi kami adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, mudah, andal, dan aman, sehingga memungkinkan individu, bisnis, dan perekonomian untuk berkembang. Kami percaya bahwa perekonomian yang inklusif bagi semua orang di mana pun akan mengangkat semua pihak, dan akses merupakan fondasi penting bagi masa depan pergerakan uang. Informasi lebih lanjut, kunjungi Visa.com.