Ramadan 2026: Tren Belanja Konsumen Indonesia Meningkat, Didorong oleh Pembayaran Digital dan Lonjakan Kebutuhan Travel
02/26/2026
• Sepanjang Ramadan 2026, pengeluaran konsumen diperkirakan akan melampaui tahun 2025, didorong oleh peningkatan penggunaan pembayaran digital serta permintaan domestik yang tetap solid.
• Aktivitas belanja diproyeksikan mencapai titik tertinggi pada paruh kedua Ramadan, dengan perjalanan dan belanja online semakin mengambil peran penting.

Visa (NYSE: V), pemimpin global dalam pembayaran digital, hari ini merilis proyeksi pengeluaran Ramadan 2026 untuk Indonesia yang memperkirakan peningkatan pengeluaran konsumen sepanjang bulan suci dan periode Idulfitri. Pertumbuhan ini diperkirakan didorong oleh adopsi pembayaran digital yang semakin luas, aktivitas belanja yang lebih kuat pada akhir bulan, serta meningkatnya permintaan dari sektor perjalanan (travel).
Dengan momentum positif yang terbentuk pada tahun 2025, Visa memperkirakan total belanja menggunakan kartu selama Ramadan 2026 akan melampaui capaian tahun sebelumnya. Aktivitas belanja diproyeksikan semakin intensif pada paruh kedua bulan Ramadan, dengan transaksi mencapai puncaknya sekitar pekan ketiga Ramadan seiring konsumen meningkatkan pembelian terkait perjalanan, hadiah, dan persiapan hari raya. Belanja online tetap memainkan peran utama, dengan 62% masyarakat Indonesia kini berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan, menegaskan perilaku konsumen yang semakin hybrid antara online dan offline1.
“Situasi ekonomi di bulan Ramadan di Indonesia sedang mengalami pergeseran struktural. Kami melihat adanya perubahan dari sekadar peningkatan volume menuju perilaku konsumen yang lebih canggih dan digital-native. Integrasi yang seamless antara pencarian produk secara online dan pembelian offline kini menjadi ekspektasi dasar. Agar bisnis dapat berhasil di periode krusial ini, mereka harus menawarkan pengalaman pembayaran yang aman dan tanpa hambatan, sesuai dengan keluwesan perjalanan konsumen masa kini, baik saat memesan perjalanan mudik maupun membeli kebutuhan hari raya,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.
Visa memperkirakan tren peningkatan belanja ini akan berlanjut pada 2026. Belanja dengan kartu diproyeksikan tumbuh lebih cepat dibandingkan 2025, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat serta adopsi cepat pembayaran nirsentuh, e-commerce, dan in-app di seluruh Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa pertengahan Ramadan hingga pekan terakhir menjelang Idulfitri tetap menjadi periode paling krusial bagi peritel, dengan puncak pengeluaran terkonsentrasi pada 10 hari terakhir bulan suci. Secara historis, volume transaksi pada hari Idulfitri turun sekitar 30–40% di bawah rata-rata harian Ramadan karena konsumen memprioritaskan ibadah dan keluarga. Biasanya terjadi rebound singkat beberapa hari setelah Idulfitri ketika pola belanja kembali normal.
“Pola belanja selama Ramadan memberikan peta jalan yang jelas bagi pelaku usaha,” ujar Simon Baptist, Asia Pacific Principal Economist, Visa. “Data menunjukkan adanya jendela peluang yang sangat terkonsentrasi di pekan-pekan terakhir, diikuti oleh jeda yang dapat diprediksi saat Idulfitri. Wawasan kami mengindikasikan bahwa bisnis yang secara proaktif menyelaraskan rantai pasok, promosi terarah, dan infrastruktur pembayaran dengan lonjakan yang dapat diprediksi—terutama di kategori pertumbuhan tinggi seperti perjalanan—akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan pada 2026.”
1 Studi YouGov yang ditugaskan oleh Visa ini dilakukan secara online pada 11–19 September 2025 di 14 pasar Asia Pasifik. Data untuk Indonesia diambil dari sampel nasional yang mewakili sekitar 1.033 responden. Beberapa temuan utama meliputi: 62% berbelanja online 2–3 kali per bulan; 78% menggunakan akun dengan saldo tersimpan; 34% mengetahui tentang tokenisasi; dan 82% sudah menggunakan AI untuk pencarian produk.
Tentang Visa
Visa (NYSE: V) merupakan pemimpin global dalam pembayaran digital yang memfasilitasi transaksi antara konsumen, pedagang, institusi keuangan, dan entitas pemerintah di lebih dari 200 negara dan wilayah. Misi kami adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, mudah, andal, dan aman, sehingga memungkinkan individu, bisnis, dan perekonomian untuk berkembang. Kami percaya bahwa perekonomian yang inklusif bagi semua orang di mana pun akan mengangkat semua pihak, dan akses merupakan fondasi penting bagi masa depan pergerakan uang. Informasi lebih lanjut, kunjungi Visa.com.